Digoxin Meningkatkan Risiko Kematian pada Pasien Atrial Fibrilasi dan Gagal Jantung

Digoxin adalah obat untuk mengatasi gangguan irama jantung (aritmia), misalnya atrial fibrasi (AF). Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk menangani gagal jantung. Digoxin tersedia dalam bentuk tablet dan suntik.

Digoksin diekstrak dari tanaman foxglove (digitalis) dan membantu jantung berdetak lebih kuat dan dengan ritme yang lebih teratur. Obat ini umumnya digunakan pada pasien dengan fibrilasi atrium (detak jantung tidak teratur) dan juga pada pasien dengan gagal jantung (gagal jantung kongestif terjadi ketika fungsi jantung sebagai pompa terganggu).

Digoxin merupakan obat glikosida jantung yang bekerja dengan cara memengaruhi beberapa jenis mineral, yaitu natrium dan kalium di dalam sel-sel jantung. Cara kerja ini akan mengurangi beban kerja jantung, membantu mengembalikan irama jantung menjadi normal dan stabil, serta memperkuat detak jantung.

Ternyata, obat tersebut dapat menyebabkan peningkatan kematian pada pasien dengan fibrilasi atrium (AF) atau gagal jantung kongestif (CHF).

Beberapa penelitian, menunjukkan bahwa obat tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian pada pasien yang dirawat karena AF.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di European Heart Journal, para peneliti dari JW Goethe University di Frankfurt, Jerman, melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari semua studi yang dipublikasikan dalam jurnal peer-review antara tahun 1993-2014 yang mengamati efek digoksin pada kematian akibat penyebab apa pun pada pasien AF dan CHF.

Mereka mengidentifikasi 19 studi relevan yang mencakup total 326.426 pasien (235.047 pasien AF dan 91.379 pasien CHF). Mereka menemukan bahwa di antara pasien yang diobati dengan digoksin, terdapat peningkatan risiko kematian akibat penyebab apa pun secara keseluruhan sebesar 21% dibandingkan dengan pasien yang tidak menerima pengobatan ini.

Efek digoksin pada ritme jantung dan kemampuan memompa mungkin terlibat dalam mekanisme yang juga dapat menyebabkan kematian, terutama jika kadar obat dalam darah melampaui batas aman yang diketahui.

Sumber

© 2024 All right reserved. Designed by Alkindi Herbal

Chat Via Whatsapp (0853-2020-2039)